Syarat Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM.01 Tahun 2010 Pasal 3
1. Untuk memperoleh Surat Persetujuan Berlayar ( Port Clearance ), Pemilik atau Operator Kapal mengajukan permohonan secara tertulis kepada Syahbandar dengan menggunakan format sebagaimana contoh Lampiran I pada KM. 01 Tahun 2010 ; dengan melampirkan :

a. Surat Pernyataan kesiapan kapal berangkat dari Nakhoda (         Master Sailing Declaration ) Sebagaimana format pada lampiran II pada KM. 01 Tahun 2010 ; dan
b. Dokumen muatan serta bukti-bukti pemenuhan kewajiban kapal lainnya.
2. Bukti pemenuhan kewajiban lainnya sebagaimana dimaksud pada Point (1)  b, Meliputi :
a. Bukti pembayaran jasa kepelabuhanan.
b. Bukti Pembayaran Jasa Kenavigasian.
c. Bukti Pembayaran Penerimaan Uang Perkapalan.
d. Persetujuan ( Clearance ) Bea dan Cukai.
e. Persetujuan ( Clearance ) Imigrasi.
f. Persetujuan ( Clearance ) Karantina Kesehatan ; dan / atau
g. Persetujuan ( Clearance ) Karantina hewan dan tumbuhan.
3. Berkas permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar ( Port Clearance ) sebagaiman dimaksud pada ayat (1) diserahkan kepada Syahbandar setelah semua kegiatan di atas kapal selesai dan kapal siap untuk berlayar yang dinyatakan dalam surat pernyataan kesiapan kapal berangkat dari Nakhoda ( Master Sailing Declaration )






Proses Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar
1. PEMOHON
Dalam proses Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar ( SPB ) pihak pemohon mengajukan permohonan kepada pihak Syahbandar dengan menyerahkan seluruh dokumen dan surat kapal kepada pihak Syahbandar.
2.PEMERIKSAAN ADMINISTRASI
Pihak Syahbandar kemudian melakukan proses penelitian terhadap dokumen dan surat-surat kapal tersebut, apakah dokumen dan surat-surat kapal tersebut ada yang masa berlakunya sudah berakhir.Bila diantara dokumen tersebut ada yang masa berlakunya sudah berakhir dokumen tersebut dikembalikan kepada pihak pemohon untuk diperbaharui.
PEMERIKSAAN ADMINISTRASI MENCAKUP :
A.PEMERIKSAAN SERTIFIKAT
1.Sertifikat Kesempurnaan.
2.Sertifikat penumpang.
3.Sertifikat lambung timbul.
4.Sertifikat pembebasan.
5.Sertifikat garis muat international.
6.Sertifikat keselamatan perlengkapan kapal.
7.Sertifikat keselamatan telepon radio kapal barang.
8.Sertifikat pencegahan pencemaran minyak international.
9.Sertifikat ISSC bagi kapal yang berlayar pelayaran international.
10.Sertifikat keselamatan Pengawakan ( Safe Manning Certificate )
B.PEMERIKSAAN DOKUMEN DAN SURAT – SURAT KAPAL
1.Surat laut
2.Pas tahunan / Pas putih kecil.
3.Surat ukur.
4.Buku pelaut.
5.Sijil ABK.
6.Ijazah Perwira.
7.SIB Pelabuhan sebelumnya.
8.Buku catatan minyak ( Oil Record Book ), dll
C.PEMERIKSAAN FISIK MELIPUTI :
1.Pemeriksaan Struktural.
2.Pemeriksaan Perlengkapan.
3.Pemeriksaan Operasional.
4.Pemeriksaan Stabilitas.
JIKA TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN KELAIKLAUTAN
Apabila pada saat pemeriksaan fisik terdapat ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku ( kelaiklutan ), maka Surat Persetujuan Berlayar akan ditunda dan hasil pemeriksaan tersebut diberitahukan kepada pihak pemohon untuk memenuhi ketentuan – ketentuan yang berlaku ( kelaiklautan ).
Setelah dilaksanakan pemenuhan Syarat penerbitan Surat Persetujuan Berlayar tersebut, maka pemohon membuat surat pengajuan kembali kepada pihak Syahbandar untuk diperiksa kembali.
JIKA MEMENUHI PERSYARATAN
Apabila hasil pemeriksaan administrasi dan fisik kapal telah memenuhi ketentuan kelaiklautan maka pihak Syahbandar akan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar
PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR
Setelah Surat Persetujuan Berlayar diterbitkan maka pihak Syahbandar menyerahkan SPB ke Perusahaan Pelayaran / Agen
PROSES PENERBITAN SIB SELESAI.
Sumber : http://poetra.web.id/Marine/proses-penerbitan-surat-persetujuan-berlayar.php


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top